SAHABAT JADI CINTA
catatan:
sahabat jadi cinta mungkin dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi antara dirimu dan dia. Tidak jarang memang persahabatan antara seorang pria dengan wanita berakhir dengan rasa cinta di hati masing-masing.
Namun, mengungkapkan perasaan pada sahabat sendiri bukanlah suatu hal yang mudah, malah dapat menjadi masalah yang cukup rumit. Banyak pertimbangan-pertimbangan yang biasanya dipikirkan kedua belah pihak, seperti sudah terbiasa bersahabat sehingga takut menjadi canggung jika nantinya malah tidak bersama.
Saya,
Meni, nimus dan virgi adalah sahabat yang paling akrab, kemana-manapun harus
bersama.
Pada saat pertemuan itu kita berempat mulai bersahabat.
Kita bertemu tanpa sengaja mencoba akrab satu sama lain, saling mengerti dan
menjalani hari-hari penuh makna. Persahabatn yang yang jarak begitu dekat itu
membuat kita semakin mengenal pentingnya hubungan persahabatan ini.
“ Nimus Eh Berarti Besok
Kita Boleh Jalan-Jalankan?”
“Saya, Meini Dan Virgi,
Boleh Kok” Dan “Saya Lanjut Tapi Enaknya Kita Kemana Ya”?
“ Virgi Gimana Kalo Kita
Kepasar Seler”?
“ Meini Kalo Aku Sih Mau
Tergantung Nimus Sama Lusia Aja, Bagaimana Lusia, Nimus Gimana Mau Nggak
Kesana?”
“ Nimus Dan Saya Boleh”.
“ Nimusbesok Kita Jalanya
Pake Motornya Aku Sama Virgi Ya, Aku Sama Lusia Dan Nimus Sama Meini Ya”?
“
Saya Virgi Dan Meini Oke Teman Sip”.
Beberpa
minggu kemudian, aku pergi meninggalkan mereka sesungguhnya hatiku sanggat
berat untuk hal ini, tapi apa boleh buat pertemuan terakhirku berlangsung
sanggat sedih, tatapan penuh canda canda itu bersama mereka mulai sirna dibalut
dengan duka yang sanggat mendalam.
“meini, nimus,
virgi maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, ya.” Kataku saat
mereka berdiri pas di sampingku.
“kamu nggak pernah salah lusi, semua yang udah kamu
lakukan buat kami bertiga itu udah lebih dari cukup kok”intinya kamu nggak
boleh ngelupain kita ya?. Kata nimus saat didepanku sambil pegang tangganku dengan
erat serasa tidak mau aku pergi dari mereka.
“tolong jangan lupain aku mus, aku sanggat menyayangi
kalian bertiga”
Beberapa
jam kemudian kakaku muncul didepan kami berempat dengan motor yang akan
menjemputku pulang kekampung halamanku. Ketika melihat kakaku tiba-tiba muncul
dihadapanku mereka langsung memeluku begitu erat sampai-sampai baju basah karna
jatuh air mata mereka.
Ku lihat dari dalam tempatku duduk terasa pedih sangat
kehilangan. Jika nanti kami dipertemukan kembali ingin ku curahkan semua rasa
rinduku pada mereka. Itu janji yang akan selalu ku ingat. Suara manis terakhir
yang memberi aku harapan.
Awalnya persahabatan kami berjalan dengan lancar,
walau kami telah berjauh tempat tinggal. Pada suatu ketika, ibu bertanya
tentang sahabat baruku itu.
“siapa sahabatmu yang membuatmu begitu bahagia, lusia?”
tanya ibu saat aku sedang asyik chatingan dengan nimus.
“ini, ma. Namanya nimus. Kami berkenalan saat liburan
panjang kemarin.”
“seganteng apa sich sampai buat anak mama jadi kayak
gini?”
“gak tahu juga sih ma, pastinya keren banget deh, tapi
nggak apa-apakan, Ma aku berteman sama mereka.?”
“Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?”
“Ia ma aku rindu sama mereka, ma temanku bukan cuman
satu aja ma tapi ada 3 orang lagi namaya nimus, fergi dan satu lagi cewek
namanya meni aku sanggat sayang sama mereka ma aku ingin mereka selalu
bersamaku nanti dan bisa ketemu sama mereka suatu saat nanti.”
“oh
gitu tak kirain kamu ada teman sama nimus aja yang laki itu tapi, kalian sama
nimus nggak ada hubungan lebihkan maksudnya nggak ada perasaan lebih gitukan
sekedar teman ajakan lusia?.”
“
nggak kok ma kita cuman teman biasa aja kok,” oke deh kalo gitu mama lanjut
masak dulu ya kamu lanjut chat sama teman kamu tu dulu,” siap mama sayangku.
Pas mama mumpung masih didapur aku langsung ngomomg sama mama kalo aku tadi telfon sama nimus ma dia ngomong kalo dia ada perasaan lebih sama aku, bolehkan ma kalo aku dengan nimus pacaran?
“mama
sih ijin kamu pacar sama dia tapi kamu harus bis jaga jarak ya?, “ ia ma aku
juga udah dewasa kok ma aku tau mana yang baik dan mana yang tidak baik.
SELESAI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar